2 dari 9 Hal Terunik MUNAS KMNU : Ganti Presidium Sidang Gara-Gara Sate Kelinci
Sebelum pukul 08.00 WIB, di hari kedua Munas KMNU 2015, semua peserta sudah siap-siap untuk memulai sidang kedua pembahasan Konstitusi Organisasi. Dari hasil musyawarah malam sebelumnya telah terpilihlah tiga orang yang akan menjadi pimpinan sidang Munas KMNU 2015, yaitu Eko Rusli (UPI), Hijayat (IPB), Akim (Unpad).
Satu per satu pimpinan sidang maju menempati tempat yang sudah disediakan panitia. Ini sebagai tanda bahwa sidang akan segera dimulai. Sejenak para pimpinan sidang terlihat berdiskusi sebentar, kemudian Eko mulai mengambil mikrofon dan berbicara. Awalnya para peserta yang hadir mengira bahwa Eko akan memberikan pernyataan dimualainya sidang, namun lain harapan lain kenyataan.
“Iya, sebelum dimulai, saya ingin menyampaikan sesuatu terlebih dahulu. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaian pengunduran diri saya sebagai pimpinan sidang.” Begitulah kalimat pembuka dari Eko yang sontak mengagetkan para peserta.
“Loh… Kok begitu?”, “Semalam kan sudah dimusyawarahkan?”, “Kita harus tahu alasannya dulu.” Beberapa peserta yang kaget dengan keputusan yang diambil Eko langsung mempertanyakannya. Beberapa peserta mengira keputusan ini diambil karena adanya tekanan dari beberapa pihak untuk kepentingan tertentu yang biasa terjadi dalam acara Musyawarah Nasional seperti ini.
“Begini, jangan mikir macem-macem dulu. Sebenarnya saya hari ini juga bertugas membantu panitia untuk menyediakan makan malam. Makan malam kali ini adalah sate kelinci. Nah kondisinya, yang bisa mengolah dan nyate kelinci di sini hanya saya. Dan saya ndak bisa nyate kalau jadi pimpinan sidang. Sehingga, kalau saya tetap jadi pimpinan sidang, kita semua di sini nanti malam bisa jadi hanya akan makan nasi. Gimana?” Sambil senyum-senyum Eko yang memang punya bisnis makanan berbahan kelinci dan belut ini mencoba menjelaskan ke peserta.
Mendengar alasan Eko peserta lain malah tikut senyum-senyum dan tertawa, “Haha… alasane iku lo.” Kata beberapa peserta ang memeang dominan dari Jawa.
“Wah… Berarti ini tentang hidup dan mati peserta ya?” Sahut peserta yang lain.
“Bisa dikatakan begitu. Gimana?” Eko tampak senang dengan respon para peserta. Sekali lagi dia menanyakan keputusan forum.
“Yasudah kalau begitu, alasan diterima. Kalau pimpinan sidang kan masih bisa dicari penggantinya, tapi kalau sate kelinci itu, kapan lagi kesempatannya. Jadi diganti saja!” Usul salah satu peserta dengan nada guyon.
Lucunya, usul itu di iyakan oleh forum, dan akhirnya, mungkin pertama dalam sejarah musyawarah nasional, seorang pimpinan sidang diganti gara-gara sate kelinci. Hehe… [Bersambung]
Oleh : Muhammad Arifin (Dewan Pertimbangan KMNU)
Menemukan kesalahan pada unggahan ini? Yuk sampaikan pada kami melalui email!